SOILS CALCULATOR PRO

Kalkulator Praktikum Ilmu Tanah • Step by Step Otomatis

Kalkulator interpretasi data tanah — lengkap

108 kalkulator & referensi — kimia, fisika, biologi, dan identifikasi morfologi tanah, diagnosis soil health terpadu, air & irigasi, laboratorium, olah data mentah, statistik data, konversi satuan, serta referensi & edukasi Ilmu Tanah — untuk laporan praktikum Ilmu Tanah. 100% offline, semua hitungan jalan di browser sendiri.

Profil Sampel & Data Bersama

Masukkan informasi umum untuk semua sampel dalam batch.

🏷️
📍
📏
ⓘ Belum ada sampel tersimpan.

Mode Laporan Praktikum

Kumpulkan hasil kalkulator yang sudah dihitung menjadi satu ringkasan yang siap dicetak atau diunduh.

📄 ✓
Buat laporan Hasil dalam format siap pakai.
📊
Isi data umum Tambah informasi sampel (opsional).
ⓘ Mode offline • Data tersimpan lokal di browser ini

Data sampel

Pastikan semua kolom diisi.

RAW DATA WORKSPACE

Masukkan data mentah praktikum sesuai dengan format yang dipilih (misalnya: hitung → simpan hasil).

📋
🧪
Input data mentah

Tempel data dari Excel, CSV, atau ketik langsung di form.

ⓘ Format data mengikuti parameter yang dipilih.
⬆ Seret file di sini (Excel, CSV)
HASIL PERHITUNGAN
—

📋 Riwayat Data Mentah

0 data
WaktuSampelParameterData mentahHasil
Riwayat disimpan lokal di browser (offline). Data ini tidak dikirim ke server.

📝 Ringkasan Laporan Praktikum

Hasil kalkulator yang sudah dijalankan pada halaman ini.

🧠 Analisis Otomatis Sampel

Ringkas kondisi berdasarkan parameter dasar yang tersedia. Sistem hanya membaca nilai yang memang terisi pada field yang dikenali.

Tidak ada kalkulator atau referensi yang cocok dengan pencarian tersebut. Coba kata kunci lain, misal "pH", "hara", atau "irigasi".
Kimia tanah

1. Kesuburan tanah dasar

pH

C-organik

N-total

P-tersedia

K-tukar

KTK

Draf kalimat pembahasan

2. Kejenuhan Basa (KB)

KB (%) = (jumlah basa tukar / KTK) x 100

Kejenuhan Basa

Klasifikasi

Draf kalimat pembahasan

3. Rasio C/N

C/N = %C-organik / %N-total

Rasio C/N

Klasifikasi

Draf kalimat pembahasan

4. Salinitas (DHL/EC)

Klasifikasi langsung dari hasil pengukuran EC meter (dS/m)

Klasifikasi salinitas

Draf kalimat pembahasan

5. Kejenuhan Aluminium

KA-Al (%) = Al-dd / (jumlah basa tukar + Al-dd) x 100

Kejenuhan Al

Klasifikasi

Draf kalimat pembahasan

6. Kebutuhan Kapur

LR (me/100g) = 1,5 x Al-dd; Kapur (ton CaCO3/ha) = LR x BV x kedalaman x 0,05

Kebutuhan CaCO3 murni

Kebutuhan kapur pertanian

Draf kalimat pembahasan

7. Kebutuhan Dolomit

LR (me/100g) = 1,5 x Al-dd; Dolomit (ton/ha) = (LR x BV x kedalaman x 0,05) / (kadar CaCO3 ekuivalen/100)

Kebutuhan CaCO3 murni

Kebutuhan dolomit

Draf kalimat pembahasan

8. Kebutuhan Pupuk N

Pupuk (kg/ha) = Dosis anjuran N (kg/ha) / (kadar N pupuk (%) / 100)

Kebutuhan pupuk

Total untuk lahan

Draf kalimat pembahasan

9. Kebutuhan Pupuk P

Pupuk (kg/ha) = Dosis anjuran P2O5 (kg/ha) / (kadar P2O5 pupuk (%) / 100)

Kebutuhan pupuk

Total untuk lahan

Draf kalimat pembahasan

10. Kebutuhan Pupuk K

Pupuk (kg/ha) = Dosis anjuran K2O (kg/ha) / (kadar K2O pupuk (%) / 100)

Kebutuhan pupuk

Total untuk lahan

Draf kalimat pembahasan

11. Kebutuhan Pupuk NPK (majemuk)

Pupuk per unsur (kg/ha) = Dosis anjuran unsur / (kadar unsur dalam pupuk NPK / 100)

Berdasarkan target N

Berdasarkan target P2O5

Berdasarkan target K2O

Rekomendasi dosis NPK

Draf kalimat pembahasan

12. Kejenuhan Ca

Kejenuhan Ca (%) = (Ca-dd / KTK) x 100

Kejenuhan Ca

Klasifikasi

Draf kalimat pembahasan

13. Kejenuhan Mg

Kejenuhan Mg (%) = (Mg-dd / KTK) x 100

Kejenuhan Mg

Klasifikasi

Draf kalimat pembahasan

14. Kejenuhan K

Kejenuhan K (%) = (K-dd / KTK) x 100

Kejenuhan K

Klasifikasi

Draf kalimat pembahasan

15. Kejenuhan Na

Kejenuhan Na (%) = (Na-dd / KTK) x 100

Kejenuhan Na

Klasifikasi

Draf kalimat pembahasan

16. ESP (Exchangeable Sodium Percentage)

ESP (%) = (Na-dd / KTK) x 100; tanah tergolong sodik bila ESP >= 15%

ESP

Klasifikasi

Draf kalimat pembahasan

17. SAR (Sodium Adsorption Ratio)

SAR = Na / akar((Ca+Mg)/2), dengan Na, Ca, Mg dalam me/L larutan ekstrak jenuh/air irigasi (bukan me/100g tanah)

SAR

Klasifikasi

Draf kalimat pembahasan

18. Konversi Unsur Hara

Konversi antar bentuk unsur dan oksida menggunakan faktor konversi berat molekul standar

Hasil konversi

Draf kalimat pembahasan

19. Klasifikasi/Status Unsur Hara

Cek cepat status satu parameter tanpa harus isi form kesuburan lengkap

Status

Draf kalimat pembahasan

Fisika tanah

20. Porositas Tanah (metode ring sampel)

BD = m / V; TRP = 1 - (BD / PD)

Berat Isi (BD)

Berat Jenis (PD)

TRP (fraksi)

TRP (%)

Draf kalimat pembahasan

21. BV, BJ, dan TRP

TRP = 1 - (BD / PD)

Berat Jenis (PD)

TRP (fraksi)

TRP (%)

Draf kalimat pembahasan

22. Tekstur tanah (segitiga USDA)

Kelas tekstur

Draf kalimat pembahasan

23. Distribusi Ukuran Partikel (dari berat fraksi)

% fraksi = (berat fraksi / berat total contoh) x 100

% Pasir

% Debu

% Liat

Kelas tekstur

Draf kalimat pembahasan

24. Kadar air tanah

KA (%) = (berat basah - berat kering) / berat kering x 100

Kadar air

Draf kalimat pembahasan

25. Kadar Air Volumetrik

Kadar air volumetrik (%) = Kadar air gravimetrik (%) x BV (g/cm3), dengan asumsi densitas air = 1 g/cm3

Kadar air volumetrik

Draf kalimat pembahasan

26. Water Filled Pore Space (WFPS)

WFPS (%) = (Kadar air volumetrik / Porositas total) x 100

WFPS

Klasifikasi

Draf kalimat pembahasan

27. Permeabilitas tanah

Klasifikasi permeabilitas

Draf kalimat pembahasan

28. Infiltrasi Kumulatif

Infiltrasi kumulatif (cm) = volume air meresap / luas ring; Laju rata-rata (cm/jam) = kumulatif / waktu (jam)

Infiltrasi kumulatif

Laju infiltrasi rata-rata

Klasifikasi

Draf kalimat pembahasan

29. Konduktivitas Hidraulik Jenuh (Ks)

Ks (cm/jam) = (Q x L) / (A x H x t) — metode constant head (Hukum Darcy)

Ks

Klasifikasi

Draf kalimat pembahasan

30. Air Tersedia (KL - TLP)

Air Tersedia (%) = Kapasitas Lapang - Titik Layu Permanen

Air tersedia

Klasifikasi

Draf kalimat pembahasan

Biologi tanah

31. Populasi Mikroba (Total Plate Count)

N (CFU/g) = jumlah koloni / (volume tanam x faktor pengenceran)

Populasi mikroba

Draf kalimat pembahasan

32. TPC per Kelompok Mikroba

N (CFU/g) = jumlah koloni / (volume tanam x faktor pengenceran), dihitung untuk tiap kelompok

Bakteri

Jamur

Aktinomicetes

Rasio Bakteri : Jamur

Draf kalimat pembahasan

33. Indeks Keragaman Mikroba Sederhana

H' = -Sigma(pi x ln pi), dengan pi = ni/N; Evenness (J) = H' / ln(S)

Richness (S)

Indeks Shannon (H')

Evenness (J)

Klasifikasi

Draf kalimat pembahasan

34. Status Kesuburan Biologi berdasarkan TPC

Klasifikasi TPC (CFU/g) terhadap ambang batas indikatif per kelompok mikroba

Status

Draf kalimat pembahasan

35. Respirasi Tanah (evolusi CO2)

CO2 (mg) = (Vb - Vs) x N HCl x 22; Fluks = CO2 / (berat tanah x waktu inkubasi)

CO2 dihasilkan

Fluks respirasi

Draf kalimat pembahasan

36. Populasi Bakteri

N (CFU/g) = jumlah koloni / (volume tanam x faktor pengenceran)

Populasi bakteri

Klasifikasi

Draf kalimat pembahasan

37. Populasi Jamur

N (CFU/g) = jumlah koloni / (volume tanam x faktor pengenceran)

Populasi jamur

Klasifikasi

Draf kalimat pembahasan

38. Biomassa Mikroba-C (metode fumigasi-ekstraksi kloroform)

C-mik (mg C/kg tanah) = (C-organik terekstrak fumigasi - C-organik terekstrak non-fumigasi) / kEC

Biomassa mikroba-C

Klasifikasi

Draf kalimat pembahasan

39. Biomassa Mikroba-N (metode fumigasi-ekstraksi kloroform)

N-mik (mg N/kg tanah) = (N terekstrak fumigasi - N terekstrak non-fumigasi) / kEN

Biomassa mikroba-N

Klasifikasi

Draf kalimat pembahasan

40. Mineralisasi Nitrogen (net N mineralization)

N-min = (NH4+NO3)akhir - (NH4+NO3)awal; Laju = N-min / waktu inkubasi

N mineral bersih

Laju mineralisasi

Klasifikasi

Draf kalimat pembahasan

41. Nitrifikasi

Laju nitrifikasi = (NO3 akhir - NO3 awal) / waktu; % Nitrifikasi = NO3 akhir / (NH4 akhir + NO3 akhir) x 100

Laju nitrifikasi

% Nitrifikasi

Klasifikasi

Draf kalimat pembahasan

42. Aktivitas Enzim Dehidrogenase

Aktivitas (µg TPF/g tanah/24 jam) = (Konsentrasi TPF dari kurva standar x Volume ekstrak) / Berat tanah

Aktivitas dehidrogenase

Klasifikasi

Draf kalimat pembahasan

43. Aktivitas Enzim Urease

Aktivitas (µg N-NH4/g tanah/jam) = (Konsentrasi NH4 x Volume ekstrak) / (Berat tanah x waktu inkubasi)

Aktivitas urease

Klasifikasi

Draf kalimat pembahasan

44. Aktivitas Enzim Fosfatase

Aktivitas (µg PNP/g tanah/jam) = (Konsentrasi PNP x Volume ekstrak) / (Berat tanah x waktu inkubasi)

Aktivitas fosfatase

Klasifikasi

Draf kalimat pembahasan

45. Aktivitas Enzim β-Glukosidase

Aktivitas (µg PNP/g tanah/jam) = (Konsentrasi PNP x Volume ekstrak) / (Berat tanah x waktu inkubasi)

Aktivitas β-glukosidase

Klasifikasi

Draf kalimat pembahasan

Soil Health / Kesuburan Terpadu

46. Diagnostik Kesehatan Tanah Terpadu

Menggabungkan status kimia, fisika, dan biologi menjadi Soil Health Score, Soil Health Index, Indeks Kesuburan Tanah, diagnosis, identifikasi masalah, dan rekomendasi

Soil Health Score

Soil Health Index

Indeks Kesuburan Tanah

Status Kimia Tanah

Status Fisika Tanah

Status Biologi Tanah

Diagnosis kesehatan tanah

Identifikasi masalah tanah

Rekomendasi pengelolaan tanah

Rekomendasi perbaikan tanah

Air & Irigasi

47. Evapotranspirasi Acuan (ET0) — metode Hargreaves-Samani

ET0 (mm/hari) = 0.0023 x (Tmean + 17.8) x akar(Tmax - Tmin) x Ra

ET0

Klasifikasi

Draf kalimat pembahasan

48. Evapotranspirasi Tanaman (ETc)

ETc (mm/hari) = ET0 x Kc

ETc

Draf kalimat pembahasan

49. Kebutuhan Air Tanaman (Crop Water Requirement)

CWR (mm/periode) = (ETc - Curah hujan efektif) x jumlah hari periode

Kebutuhan air per periode

Setara per hari

Draf kalimat pembahasan

50. Kebutuhan Air Irigasi (volume & debit untuk luas lahan)

Volume bersih (m3) = CWR(mm) x luas(ha) x 10; Volume kotor = Volume bersih / efisiensi irigasi; Debit (L/detik) = Volume kotor x 1000 / (interval x 24 x 3600)

Volume irigasi kotor

Debit dibutuhkan

Draf kalimat pembahasan

51. Efisiensi Irigasi

Efisiensi irigasi (%) = (air yang dimanfaatkan tanaman / air yang diberikan) x 100

Efisiensi irigasi

Klasifikasi

Draf kalimat pembahasan

52. Penyimpanan Air Tanah (Total Available Water pada zona perakaran)

TAW (mm) = ((KL - TLP) / 100) x BV x kedalaman perakaran x 10

Total Available Water

Klasifikasi

Draf kalimat pembahasan

53. Soil Water Depletion (SWD)

SWD (%) = (KL - kadar air aktual) / (KL - TLP) x 100

Soil Water Depletion

Klasifikasi

Draf kalimat pembahasan

54. Net Irrigation Requirement (NIR)

NIR (mm) = ETc - Curah hujan efektif (Peff)

Net Irrigation Requirement

Klasifikasi

Draf kalimat pembahasan

55. Gross Irrigation Requirement (GIR)

GIR (mm) = NIR / efisiensi irigasi

Gross Irrigation Requirement

Draf kalimat pembahasan

Laboratorium

56. Pengenceran (C1V1 = C2V2)

V1 = (C2 x V2) / C1; Volume pelarut ditambahkan = V2 - V1

Volume larutan pekat dibutuhkan (V1)

Volume pelarut ditambahkan

Draf kalimat pembahasan

57. Pengenceran Berseri (Serial Dilution)

Cn = C0 / (faktor pengenceran)^n

Konsentrasi tahap akhir

Total faktor pengenceran

Konsentrasi tiap tahap

Draf kalimat pembahasan

58. Molaritas

M (mol/L) = (massa zat terlarut (g) / BM (g/mol)) / volume larutan (L)

Molaritas

Draf kalimat pembahasan

59. Normalitas

N (ek/L) = M x valensi (jumlah ekivalen)

Normalitas

Draf kalimat pembahasan

60. Konsentrasi Larutan (ppm / mg per L)

Konsentrasi (ppm = mg/L) = massa zat terlarut (mg) / volume larutan (L)

Konsentrasi

Setara persen (%b/v)

Draf kalimat pembahasan

61. Persen Larutan (%b/b, %b/v, %v/v)

Persen (%) = (jumlah zat terlarut / jumlah total larutan) x 100

Persen larutan

Draf kalimat pembahasan

62. Perhitungan Blanko

Absorbansi terkoreksi = Absorbansi sampel - Absorbansi blanko

Absorbansi terkoreksi

Draf kalimat pembahasan

63. Faktor Koreksi Larutan Titran

N sebenarnya = (V baku primer x N baku primer) / V titran; Faktor koreksi (FK) = N sebenarnya / N teoritis

Normalitas sebenarnya titran

Faktor Koreksi (FK)

Draf kalimat pembahasan

64. Perhitungan Kadar Sampel Laboratorium

Kadar unsur (%) = (ppm kurva x volume ekstrak (mL) x faktor pengenceran) / (berat sampel (mg) x 10)

Kadar unsur dalam sampel

Draf kalimat pembahasan

Statistik Data Tanah

65. Statistik Deskriptif

Mean, Median, Modus, Min & Maks, Standar Deviasi, Variance, CV, dan SE dihitung sekaligus dari satu set data

Jumlah data (n)

Mean

Median

Modus

Minimum

Maksimum

Range

Standar Deviasi

Variance

Coefficient of Variation

Standard Error (SE)

Draf kalimat pembahasan

66. Confidence Interval (CI) Rata-rata

CI = mean +/- z x SE, dengan SE = SD / akar(n)

Menggunakan nilai z (bukan tabel-t); cukup akurat untuk n relatif besar (n >= 30) dan sudah lazim dipakai untuk laporan praktikum.

Mean

Standard Error (SE)

Batas bawah CI

Batas atas CI

Draf kalimat pembahasan

67. Korelasi (Pearson r)

r = (n.SIGMAxy - SIGMAx.SIGMAy) / akar[(n.SIGMAx2 - (SIGMAx)2)(n.SIGMAy2 - (SIGMAy)2)]

Jumlah pasangan data (n)

Koefisien korelasi (r)

Interpretasi

Draf kalimat pembahasan

68. Regresi Linear Sederhana

Y = a + bX; b = kemiringan (slope), a = intersep, R2 = koefisien determinasi

Persamaan regresi

Koefisien determinasi (R2)

Draf kalimat pembahasan

69. Scatter Plot

Diagram pencar X vs Y, dilengkapi garis tren regresi linear

Draf kalimat pembahasan

70. Histogram

Distribusi frekuensi data dikelompokkan ke dalam beberapa kelas (bin)

Draf kalimat pembahasan

71. Box Plot

Q1, Median (Q2), Q3, IQR = Q3-Q1; pagar bawah/atas = Q1-1.5xIQR / Q3+1.5xIQR

Q1

Median (Q2)

Q3

IQR

Whisker bawah - atas

Jumlah outlier

Draf kalimat pembahasan

72. Correlation Matrix

Matriks koefisien korelasi Pearson antar semua pasangan variabel

Draf kalimat pembahasan

73. Modus Data Kelompok

Mo = L0 + c x [b1 / (b1 + b2)]

Contoh di atas: kelas suhu (°C) dengan frekuensi. L0 = tepi bawah kelas modus, c = panjang kelas, b1 = selisih frekuensi kelas modus dengan kelas sebelumnya, b2 = selisih frekuensi kelas modus dengan kelas sesudahnya.

Kelas modus

Tepi bawah kelas (L0)

Panjang kelas (c)

b1

b2

Modus (Mo)

Draf kalimat pembahasan

74. Median Data Kelompok

Me = L0 + c x [(n/2 - F) / f]

L0 = tepi bawah kelas median, c = panjang kelas, n = jumlah seluruh frekuensi, F = frekuensi kumulatif sebelum kelas median, f = frekuensi kelas median.

Kelas median

Tepi bawah kelas (L0)

Panjang kelas (c)

n

Frekuensi kumulatif sebelum (F)

Frekuensi kelas median (f)

Median (Me)

Draf kalimat pembahasan

75. Rata-Rata Ukur (Geometric Mean) — Data Tunggal

U = akar-pangkat-n dari (x1 × x2 × x3 × ... × xn)

Rata-rata ukur dihitung melalui logaritma (U = antilog dari rata-rata log xi) agar tetap stabil untuk data dengan jumlah (n) besar. Cocok untuk data laju pertumbuhan, rasio, atau data yang bersifat perkalian/eksponensial.

Jumlah data (n)

Rata-rata ukur (U)

Rata-rata hitung (mean) pembanding

Draf kalimat pembahasan

76. Rata-Rata Ukur (Geometric Mean) — Data Kelompok

U = antilog [ SIGMA(fi . log xi) / SIGMA fi ]

xi = nilai tengah tiap kelas ((batas bawah + batas atas)/2), fi = frekuensi kelas. Semua nilai tengah kelas harus bernilai positif (> 0).

SIGMA fi (n)

SIGMA (fi . log xi)

Rata-rata ukur (U)

Draf kalimat pembahasan

Statistik Data Tanah — lanjutan
Analisis Letak Data

77. Kuartil Data Tunggal

78. Kuartil Data Kelompok

Format: batas_bawah-batas_atas, frekuensi. Rumus: Qk = L₀ + c × [(k×n/4 − F) / f].

79. Desil Data Tunggal

80. Desil Data Kelompok

Rumus: Dk = L₀ + c × [(k×n/10 − F) / f].

81. Persentil Data Tunggal

Posisi Pk = k×(n+1)/100. Jika posisi pecahan, digunakan interpolasi: data bawah + sisa pecahan × (data atas − data bawah).

82. Persentil Data Kelompok

Rumus: Pk = L₀ + c × [(k/100×n − F) / f].

Statistik & Probabilitas — lanjutan

83. Jangkauan (Range)

Range = X maksimum − X minimum

Minimum

Maksimum

Range

84. Varians (Ragam)

s² = Σ(x − x̄)² / (n − 1)

n

Mean

Σ(x − x̄)²

Varians (s²)

85. Standar Deviasi (Simpangan Baku)

s = √[Σ(x − x̄)² / (n − 1)]

n

Mean

Varians

Standar Deviasi

86. Koefisien Variasi

CV (%) = (SD / |mean|) × 100

Mean

SD

CV

87. Peluang

P(A) = banyak kejadian yang diinginkan / seluruh kejadian

Peluang desimal

Peluang persen

88. Distribusi Binomial

P(X = k) = C(n,k) × pk × (1−p)n−k

C(n,k)

P(X = k)

Persen

89. Distribusi Normal

z = (x − μ) / σ; P(X ≤ x) = Φ(z)

z-score

P(X ≤ x)

P(X ≤ x) dalam persen

90. Pengujian Hipotesis (Uji t & Uji F)

Uji t satu sampel: t = (x̄ − μ₀) / (s/√n)   |   Uji F dua varians: F = s₁² / s₂²

t hitung

df uji t

F hitung

df1 / df2

Catatan interpretasi

91. Korelasi Pearson — Analisis Statistik

r = (nΣxy − ΣxΣy) / √[(nΣx²−(Σx)²)(nΣy²−(Σy)²)]

n

Σxy

Koefisien r

Interpretasi

92. Regresi Linear Sederhana — Analisis Statistik

Y = a + bX; b = [nΣxy − ΣxΣy]/[nΣx² − (Σx)²]; a = ȳ − b x̄

Mean X

Mean Y

Koefisien b

Intersep a

Persamaan Y

R²

Morfologi Tanah

93. Munsell Soil Color (USDA Matte)

Pilih Hue, Value, dan Chroma yang sesuai dengan chip warna pada Munsell Soil Color Charts. Database matte/common soil colors; entri glossy tidak digunakan.

Pilih Hue, Value, dan Chroma untuk menampilkan warna.

Kode lengkap

—

—

Nama warna

—

HEX

—

RGB

—

Narasi otomatis

Catatan: warna digital pada layar adalah representasi RGB/HEX dari data warna dan bukan pengganti pencocokan chip fisik di lapangan. Penentuan resmi warna tanah tetap dilakukan dengan Munsell Soil Color Charts di bawah kondisi pencahayaan yang sesuai.

94. Identifikasi Horizon Tanah

Simbol horizon master + sufiks menjelaskan proses pembentukan tanah pada lapisan tersebut

Simbol horizon

Draf kalimat pembahasan

95. Deskripsi Profil Tanah

Satu horizon per baris, dipisah titik koma: Horizon;Kedalaman atas(cm);Kedalaman bawah(cm);Warna Munsell;Tekstur;Struktur;Konsistensi;Batas horizon

Kedalaman solum

Draf kalimat pembahasan

96. Kedalaman Horizon & Solum

Ketebalan horizon = kedalaman bawah - kedalaman atas; Kedalaman solum = batas bawah horizon terakhir - batas atas horizon pertama

Kedalaman solum total

Klasifikasi kedalaman

Draf kalimat pembahasan

97. Struktur Tanah

Notasi struktur

Draf kalimat pembahasan

98. Konsistensi Tanah

Konsistensi

Draf kalimat pembahasan

99. Drainase Tanah

Kelas drainase

Draf kalimat pembahasan

100. Klasifikasi Tanah (Ordo USDA Soil Taxonomy)

Ordo

Draf kalimat pembahasan

Unit Converter

101. ppm ↔ mg/kg

1 ppm (basis massa) = 1 mg/kg — dua notasi untuk satuan konsentrasi yang sama

Hasil

Draf kalimat pembahasan

102. me/100g ↔ cmol(+)/kg

1 me/100g = 1 cmol(+)/kg — notasi lama (miliekuivalen) setara dengan notasi SI (sentimol muatan)

Hasil

Draf kalimat pembahasan

103. g/cm³ ↔ Mg/m³

1 g/cm3 = 1 Mg/m3 — umum dipakai untuk bobot volume (BV) dan berat jenis partikel (BJ) tanah

Hasil

Draf kalimat pembahasan

104. dS/m ↔ mS/cm

1 dS/m = 1 mS/cm — satuan umum untuk Daya Hantar Listrik (DHL/EC) tanah dan air irigasi

Hasil

Draf kalimat pembahasan

105. kg/ha ↔ g/m²

1 kg/ha = 0,1 g/m2 (1 ha = 10.000 m2)

Hasil

Draf kalimat pembahasan

106. mm ↔ L/m²

1 mm curah hujan/air irigasi = 1 L/m2 (kedalaman air x luas 1 m2 = volume 1 L)

Hasil

Draf kalimat pembahasan

107. ton/ha ↔ kg/m²

1 ton/ha = 0,1 kg/m2 (1 ha = 10.000 m2)

Hasil

Draf kalimat pembahasan

108. Konversi Satuan Unsur Hara ke kg/ha

Bobot tanah (kg/ha) = 100.000 x kedalaman(cm) x BV(g/cm3); Hara (kg/ha) = kadar x bobot tanah (basis % dibagi 100, basis ppm dibagi 1.000.000)

Bobot tanah

Kandungan hara

Draf kalimat pembahasan

Referensi & Edukasi

109. Kamus Istilah Ilmu Tanah

110. Database Parameter Tanah

111. Tabel Klasifikasi pH

KelasKisaran pH (H2O)
Sangat masam< 4,5
Masam4,5 - 5,5
Agak masam5,5 - 6,5
Netral6,5 - 7,5
Agak alkalis7,5 - 8,5
Alkalis> 8,5

112. Tabel Klasifikasi C-Organik

KelasKisaran C-organik (%)
Sangat rendah< 1
Rendah1 - 2
Sedang2 - 3
Tinggi3 - 5
Sangat tinggi> 5

113. Tabel Klasifikasi N-Total

KelasKisaran N-total (%)
Sangat rendah< 0,10
Rendah0,10 - 0,20
Sedang0,21 - 0,50
Tinggi0,51 - 0,75
Sangat tinggi> 0,75

114. Tabel Klasifikasi P-Tersedia

KelasKisaran P-tersedia (ppm, Bray I/Olsen)
Sangat rendah< 10
Rendah10 - 15
Sedang16 - 25
Tinggi26 - 35
Sangat tinggi> 35

115. Tabel Klasifikasi K-Tukar

KelasKisaran K-tukar (me/100g)
Sangat rendah< 0,10
Rendah0,10 - 0,29
Sedang0,30 - 0,59
Tinggi0,60 - 1,00
Sangat tinggi> 1,00

116. Tabel Klasifikasi KTK

KelasKisaran KTK (me/100g)
Sangat rendah< 5
Rendah5 - 16
Sedang17 - 24
Tinggi25 - 40
Sangat tinggi> 40

117. Tabel Klasifikasi Salinitas (DHL/EC)

KelasKisaran DHL (dS/m)Pengaruh terhadap tanaman
Tidak salin< 2Umumnya tidak berpengaruh nyata
Agak salin2 - 4Hasil tanaman sensitif mulai terhambat
Salin4 - 8Hasil banyak tanaman terhambat
Sangat salin8 - 16Hanya tanaman toleran salin yang tumbuh baik
Ekstrem salin> 16Hanya sedikit tanaman sangat toleran yang bertahan

118. Tabel Klasifikasi Tekstur Tanah

Kelas teksturSifat umum
PasirDrainase & aerasi sangat baik, kapasitas menahan air & hara sangat rendah
Pasir berlempungDrainase baik, kapasitas menahan air & hara rendah
Lempung berpasirDrainase baik, cukup mudah diolah, kesuburan fisik sedang
LempungKeseimbangan drainase, aerasi, dan retensi air/hara paling baik untuk tanaman
Lempung berdebuMenahan air baik, mudah memadat jika diolah saat basah
DebuMenahan air tinggi, mudah tererosi, struktur mudah rusak
Lempung liat berpasirRetensi hara mulai meningkat, drainase mulai melambat
Lempung liat berdebuRetensi air & hara tinggi, drainase agak lambat
Lempung berliatRetensi hara tinggi, pengolahan mulai lebih berat
Liat berpasirKandungan liat tinggi, drainase lambat, mengembang-mengerut sedang
Liat berdebuKandungan liat tinggi, mudah memadat, drainase lambat
LiatKapasitas menahan air & hara sangat tinggi, drainase & aerasi buruk, sulit diolah

119. Tabel Klasifikasi Permeabilitas

KelasKisaran (cm/jam)
Sangat lambat< 0,5
Lambat0,5 - 2,0
Agak lambat2,0 - 6,25
Sedang6,25 - 12,5
Agak cepat12,5 - 25,0
Cepat> 25,0

120. Tabel Klasifikasi Kesuburan Tanah (Evaluasi Terpadu)

Status kesuburan tanah dievaluasi dari kombinasi KTK, Kejenuhan Basa (KB), C-organik, P-tersedia, dan K-tukar — bukan dari satu parameter saja

ParameterSkor 1 (Rendah)Skor 2Skor 3Skor 4Skor 5 (Tinggi)
KTK (me/100g)<55-1617-2425-40>40
Kejenuhan Basa (%)<2020-3536-5051-70>70
C-organik (%)<11-22-33-5>5
P-tersedia (ppm)<1010-1516-2526-35>35
K-tukar (me/100g)<0,10,1-0,290,3-0,590,6-1,0>1,0

Cara pakai: beri skor 1-5 tiap parameter sesuai tabel di atas, lalu hitung rata-rata skor. Rata-rata ≤ 2 = kesuburan rendah; 2,1 - 3,5 = kesuburan sedang; > 3,5 = kesuburan tinggi. Faktor pembatas fisik (drainase buruk, permeabilitas sangat lambat/cepat, kedalaman solum dangkal) tetap perlu dipertimbangkan terpisah karena tidak tercakup dalam skor kimia ini.

121. Penjelasan Rumus

Kimia Tanah
ParameterRumus
Kejenuhan Basa (KB)KB (%) = (Ca+Mg+K+Na tukar / KTK) x 100
Rasio C/NC/N = % C-organik / % N-total
Kejenuhan AlKejenuhan Al (%) = (Al-dd / KTK efektif) x 100
ESPESP (%) = (Na tukar / KTK) x 100
SARSAR = Na / akar((Ca+Mg)/2), konsentrasi dalam me/L
Kebutuhan KapurKapur (ton/ha) ≈ Al-dd x 1,5 x faktor konversi kedalaman/BV
Fisika Tanah
ParameterRumus
Bobot Volume (BV)BV (g/cm3) = berat tanah kering oven / volume ring sampel
Total Ruang Pori (TRP)TRP (%) = (1 - BV/BJ) x 100
Kadar Air GravimetrikKA (%) = (berat basah - berat kering) / berat kering x 100
Kadar Air VolumetrikKA volumetrik (%) = KA gravimetrik (%) x BV
Water Filled Pore SpaceWFPS (%) = (KA volumetrik / TRP) x 100
Air TersediaAir tersedia (%) = Kapasitas Lapang - Titik Layu Permanen
Biologi Tanah
ParameterRumus
Total Plate CountTPC (CFU/g) = jumlah koloni x (1/faktor pengenceran) x (1/volume yang ditanam)
Indeks Diversitas ShannonH' = -Σ(pi x ln(pi)), pi = proporsi kelompok ke-i
Biomassa Mikroba-CBMC = (C fumigasi - C tanpa fumigasi) / kFC (kFC ≈ 0,45)
Mineralisasi N NetoN-min = (NH4+NO3 akhir) - (NH4+NO3 awal), per satuan waktu inkubasi
Air & Irigasi
ParameterRumus
ET0 Hargreaves-SamaniET0 = 0,0023 x Ra x (Tmean+17,8) x akar(Tmax-Tmin)
ETcETc = ET0 x Kc (koefisien tanaman)
Kebutuhan Air IrigasiVolume (m3) = kebutuhan air (mm) x luas lahan (m2) / 1000
Net Irrigation RequirementNIR = ETc - curah hujan efektif
Gross Irrigation RequirementGIR = NIR / efisiensi irigasi
Laboratorium & Statistik
ParameterRumus
PengenceranC1V1 = C2V2
MolaritasM = (massa zat terlarut / Mr) / volume larutan (L)
Korelasi Pearson (r)r = Σ(xi-x̄)(yi-ȳ) / akar(Σ(xi-x̄)² x Σ(yi-ȳ)²)
Regresi Lineary = a + bx, b = Σ(xi-x̄)(yi-ȳ) / Σ(xi-x̄)²
Interval Kepercayaan (CI)CI = rata-rata ± (t-kritis x simpangan baku / akar n)

122. Referensi Metode Analisis

ParameterMetode analisis umum
pH tanahpH meter, ekstrak H2O atau KCl 1M (rasio 1:5 atau 1:2,5)
C-organikWalkley & Black (titrasi oksidasi basah)
N-totalKjeldahl (destruksi, destilasi, titrasi)
P-tersediaBray I (tanah masam) atau Olsen (tanah netral-alkalis), spektrofotometri
K, Ca, Mg, Na tukarEkstraksi NH4OAc 1N pH 7, diukur dengan AAS/Flame photometer
KTKEkstraksi & pencucian NH4OAc 1N pH 7, destilasi-titrasi
DHL/SalinitasEC meter pada ekstrak pasta jenuh atau suspensi tanah-air
Al-dd, H-ddEkstraksi KCl 1N, titrasi asam-basa
Tekstur tanahMetode pipet atau hidrometer (analisis mekanik/sedimentasi)
BV (Bobot Volume)Metode ring sampel (core method)
BJ (Berat Jenis Partikel)Metode piknometer
PermeabilitasPermeameter head konstan atau head jatuh (falling head)
Kapasitas Lapang & TLPPressure plate/membrane apparatus (pF 2,54 dan pF 4,2)
Populasi mikroba (TPC)Metode cawan tuang/sebar (plate count) pada media selektif
Respirasi tanahMetode inkubasi tertutup, CO2 diserap NaOH lalu dititrasi HCl
Biomassa mikroba-C/NFumigasi-ekstraksi kloroform
Aktivitas enzim tanahInkubasi dengan substrat spesifik, diukur secara kolorimetri/spektrofotometri
Warna tanahPerbandingan visual dengan buku bagan warna Munsell Soil Color Chart

123. Panduan Interpretasi Hasil

  1. Tabulasi seluruh data hasil analisis — susun semua parameter (kimia, fisika, biologi) dalam satu tabel ringkas sebelum mulai membahas.
  2. Bandingkan tiap parameter dengan kriteria klasifikasi baku — gunakan tabel klasifikasi (pH, C-organik, N, P, K, KTK, dll.) untuk menentukan status masing-masing parameter.
  3. Identifikasi faktor pembatas utama — cari parameter yang berstatus rendah/kurang optimal dan berpotensi paling membatasi pertumbuhan tanaman (misal pH sangat masam, P sangat rendah, atau drainase buruk).
  4. Kaitkan sifat kimia, fisika, dan biologi secara terpadu — misalnya, drainase buruk dapat menjelaskan warna tanah kelabu (gley) dan rendahnya aktivitas mikroba aerob.
  5. Hubungkan dengan konteks bahan induk dan proses pembentukan tanah — jelaskan mengapa suatu sifat muncul, bukan hanya menyebutkan angkanya (misal KTK rendah karena didominasi liat kaolinit pada Ultisols/Oxisols).
  6. Rumuskan rekomendasi pengelolaan — kaitkan hasil interpretasi dengan saran konkret (pengapuran, pemupukan, perbaikan drainase, bahan organik, dsb.) sesuai faktor pembatas yang teridentifikasi.
  7. Susun narasi pembahasan secara runtut — alur yang disarankan: kondisi umum lokasi → sifat morfologi/fisik → sifat kimia → sifat biologi → faktor pembatas → kesimpulan dan rekomendasi.
Olah Data Mentah Laboratorium

124. C-Organik dari Data Mentah Titrasi (Metode Walkley & Black)

%C-organik = V.K2Cr2O7 × (1 - T/S) × N.FeSO4 × 0,003 × 100 / berat contoh × f.koreksi

T = volume titran FeSO4 untuk sampel, S = volume titran FeSO4 untuk blanko (T harus lebih kecil dari S). Faktor koreksi 1,33 (setara faktor pemulihan/recovery ±76%) adalah nilai yang lazim dipakai; sesuaikan dengan SOP/modul praktikum lab masing-masing bila berbeda. Jika normalitas FeSO4 hasil standardisasi belum diketahui, hitung dulu di bagian 63 (Faktor Koreksi Larutan Titran).

Rasio T/S

C-organik

Status (kriteria umum)

Draf kalimat pembahasan

125. N-Total dari Data Mentah Titrasi (Metode Kjeldahl)

%N-total = (T - S) × N.HCl × 14,008 × fp × 100 / (berat contoh (g) × 1000)

T = volume titran untuk sampel, S = volume titran untuk blanko. Isi fp = 1 jika seluruh hasil destruksi didestilasi langsung; jika hanya sebagian aliquot destilat yang dititrasi, isi fp = volume total ekstrak destruksi / volume aliquot yang didestilasi.

N-total

Status (kriteria umum)

Draf kalimat pembahasan

126. P-Tersedia dari Kurva Standar (Bray/Olsen, Spektrofotometer)

P-tersedia (ppm) = ppm kurva standar × volume ekstrak (mL) × fp / berat contoh (g)

P-tersedia

Status (kriteria umum)

Draf kalimat pembahasan

127. Basa-Basa Dapat Ditukar dari AAS/Flamefotometer (Ca, Mg, K, Na)

Kadar (me/100g) = (ppm terbaca × volume ekstrak (mL) × fp) / (BE unsur × berat contoh (g) × 10)

Kadar (me/100g)

Status (kriteria umum)

Draf kalimat pembahasan

128. KTK dari Data Mentah Titrasi/Perkolasi (Metode NH4OAc)

KTK (me/100g) = (T - S) × N.titran × 100 / berat contoh (g)

T = volume titran untuk sampel hasil destilasi NH4+ yang tertukar/terperkolasi, S = volume titran untuk blanko.

KTK

Status (kriteria umum)

Draf kalimat pembahasan

Ada saran atau nemu bug? Hubungi lewat: