Kalkulator Praktikum Ilmu Tanah • Step by Step Otomatis
108 kalkulator & referensi — kimia, fisika, biologi, dan identifikasi morfologi tanah, diagnosis soil health terpadu, air & irigasi, laboratorium, olah data mentah, statistik data, konversi satuan, serta referensi & edukasi Ilmu Tanah — untuk laporan praktikum Ilmu Tanah. 100% offline, semua hitungan jalan di browser sendiri.
Masukkan informasi umum untuk semua sampel dalam batch.
Kumpulkan hasil kalkulator yang sudah dihitung menjadi satu ringkasan yang siap dicetak atau diunduh.
Pastikan semua kolom diisi.
Masukkan data mentah praktikum sesuai dengan format yang dipilih (misalnya: hitung → simpan hasil).
Tempel data dari Excel, CSV, atau ketik langsung di form.
| Waktu | Sampel | Parameter | Data mentah | Hasil |
|---|
Hasil kalkulator yang sudah dijalankan pada halaman ini.
Ringkas kondisi berdasarkan parameter dasar yang tersedia. Sistem hanya membaca nilai yang memang terisi pada field yang dikenali.
pH
C-organik
N-total
P-tersedia
K-tukar
KTK
Draf kalimat pembahasan
KB (%) = (jumlah basa tukar / KTK) x 100
Kejenuhan Basa
Klasifikasi
Draf kalimat pembahasan
C/N = %C-organik / %N-total
Rasio C/N
Klasifikasi
Draf kalimat pembahasan
Klasifikasi langsung dari hasil pengukuran EC meter (dS/m)
Klasifikasi salinitas
Draf kalimat pembahasan
KA-Al (%) = Al-dd / (jumlah basa tukar + Al-dd) x 100
Kejenuhan Al
Klasifikasi
Draf kalimat pembahasan
LR (me/100g) = 1,5 x Al-dd; Kapur (ton CaCO3/ha) = LR x BV x kedalaman x 0,05
Kebutuhan CaCO3 murni
Kebutuhan kapur pertanian
Draf kalimat pembahasan
LR (me/100g) = 1,5 x Al-dd; Dolomit (ton/ha) = (LR x BV x kedalaman x 0,05) / (kadar CaCO3 ekuivalen/100)
Kebutuhan CaCO3 murni
Kebutuhan dolomit
Draf kalimat pembahasan
Pupuk (kg/ha) = Dosis anjuran N (kg/ha) / (kadar N pupuk (%) / 100)
Kebutuhan pupuk
Total untuk lahan
Draf kalimat pembahasan
Pupuk (kg/ha) = Dosis anjuran P2O5 (kg/ha) / (kadar P2O5 pupuk (%) / 100)
Kebutuhan pupuk
Total untuk lahan
Draf kalimat pembahasan
Pupuk (kg/ha) = Dosis anjuran K2O (kg/ha) / (kadar K2O pupuk (%) / 100)
Kebutuhan pupuk
Total untuk lahan
Draf kalimat pembahasan
Pupuk per unsur (kg/ha) = Dosis anjuran unsur / (kadar unsur dalam pupuk NPK / 100)
Berdasarkan target N
Berdasarkan target P2O5
Berdasarkan target K2O
Rekomendasi dosis NPK
Draf kalimat pembahasan
Kejenuhan Ca (%) = (Ca-dd / KTK) x 100
Kejenuhan Ca
Klasifikasi
Draf kalimat pembahasan
Kejenuhan Mg (%) = (Mg-dd / KTK) x 100
Kejenuhan Mg
Klasifikasi
Draf kalimat pembahasan
Kejenuhan K (%) = (K-dd / KTK) x 100
Kejenuhan K
Klasifikasi
Draf kalimat pembahasan
Kejenuhan Na (%) = (Na-dd / KTK) x 100
Kejenuhan Na
Klasifikasi
Draf kalimat pembahasan
ESP (%) = (Na-dd / KTK) x 100; tanah tergolong sodik bila ESP >= 15%
ESP
Klasifikasi
Draf kalimat pembahasan
SAR = Na / akar((Ca+Mg)/2), dengan Na, Ca, Mg dalam me/L larutan ekstrak jenuh/air irigasi (bukan me/100g tanah)
SAR
Klasifikasi
Draf kalimat pembahasan
Konversi antar bentuk unsur dan oksida menggunakan faktor konversi berat molekul standar
Hasil konversi
Draf kalimat pembahasan
Cek cepat status satu parameter tanpa harus isi form kesuburan lengkap
Status
Draf kalimat pembahasan
BD = m / V; TRP = 1 - (BD / PD)
Berat Isi (BD)
Berat Jenis (PD)
TRP (fraksi)
TRP (%)
Draf kalimat pembahasan
TRP = 1 - (BD / PD)
Berat Jenis (PD)
TRP (fraksi)
TRP (%)
Draf kalimat pembahasan
Kelas tekstur
Draf kalimat pembahasan
% fraksi = (berat fraksi / berat total contoh) x 100
% Pasir
% Debu
% Liat
Kelas tekstur
Draf kalimat pembahasan
KA (%) = (berat basah - berat kering) / berat kering x 100
Kadar air
Draf kalimat pembahasan
Kadar air volumetrik (%) = Kadar air gravimetrik (%) x BV (g/cm3), dengan asumsi densitas air = 1 g/cm3
Kadar air volumetrik
Draf kalimat pembahasan
WFPS (%) = (Kadar air volumetrik / Porositas total) x 100
WFPS
Klasifikasi
Draf kalimat pembahasan
Klasifikasi permeabilitas
Draf kalimat pembahasan
Infiltrasi kumulatif (cm) = volume air meresap / luas ring; Laju rata-rata (cm/jam) = kumulatif / waktu (jam)
Infiltrasi kumulatif
Laju infiltrasi rata-rata
Klasifikasi
Draf kalimat pembahasan
Ks (cm/jam) = (Q x L) / (A x H x t) — metode constant head (Hukum Darcy)
Ks
Klasifikasi
Draf kalimat pembahasan
Air Tersedia (%) = Kapasitas Lapang - Titik Layu Permanen
Air tersedia
Klasifikasi
Draf kalimat pembahasan
N (CFU/g) = jumlah koloni / (volume tanam x faktor pengenceran)
Populasi mikroba
Draf kalimat pembahasan
N (CFU/g) = jumlah koloni / (volume tanam x faktor pengenceran), dihitung untuk tiap kelompok
Bakteri
Jamur
Aktinomicetes
Rasio Bakteri : Jamur
Draf kalimat pembahasan
H' = -Sigma(pi x ln pi), dengan pi = ni/N; Evenness (J) = H' / ln(S)
Richness (S)
Indeks Shannon (H')
Evenness (J)
Klasifikasi
Draf kalimat pembahasan
Klasifikasi TPC (CFU/g) terhadap ambang batas indikatif per kelompok mikroba
Status
Draf kalimat pembahasan
CO2 (mg) = (Vb - Vs) x N HCl x 22; Fluks = CO2 / (berat tanah x waktu inkubasi)
CO2 dihasilkan
Fluks respirasi
Draf kalimat pembahasan
N (CFU/g) = jumlah koloni / (volume tanam x faktor pengenceran)
Populasi bakteri
Klasifikasi
Draf kalimat pembahasan
N (CFU/g) = jumlah koloni / (volume tanam x faktor pengenceran)
Populasi jamur
Klasifikasi
Draf kalimat pembahasan
C-mik (mg C/kg tanah) = (C-organik terekstrak fumigasi - C-organik terekstrak non-fumigasi) / kEC
Biomassa mikroba-C
Klasifikasi
Draf kalimat pembahasan
N-mik (mg N/kg tanah) = (N terekstrak fumigasi - N terekstrak non-fumigasi) / kEN
Biomassa mikroba-N
Klasifikasi
Draf kalimat pembahasan
N-min = (NH4+NO3)akhir - (NH4+NO3)awal; Laju = N-min / waktu inkubasi
N mineral bersih
Laju mineralisasi
Klasifikasi
Draf kalimat pembahasan
Laju nitrifikasi = (NO3 akhir - NO3 awal) / waktu; % Nitrifikasi = NO3 akhir / (NH4 akhir + NO3 akhir) x 100
Laju nitrifikasi
% Nitrifikasi
Klasifikasi
Draf kalimat pembahasan
Aktivitas (µg TPF/g tanah/24 jam) = (Konsentrasi TPF dari kurva standar x Volume ekstrak) / Berat tanah
Aktivitas dehidrogenase
Klasifikasi
Draf kalimat pembahasan
Aktivitas (µg N-NH4/g tanah/jam) = (Konsentrasi NH4 x Volume ekstrak) / (Berat tanah x waktu inkubasi)
Aktivitas urease
Klasifikasi
Draf kalimat pembahasan
Aktivitas (µg PNP/g tanah/jam) = (Konsentrasi PNP x Volume ekstrak) / (Berat tanah x waktu inkubasi)
Aktivitas fosfatase
Klasifikasi
Draf kalimat pembahasan
Aktivitas (µg PNP/g tanah/jam) = (Konsentrasi PNP x Volume ekstrak) / (Berat tanah x waktu inkubasi)
Aktivitas β-glukosidase
Klasifikasi
Draf kalimat pembahasan
Menggabungkan status kimia, fisika, dan biologi menjadi Soil Health Score, Soil Health Index, Indeks Kesuburan Tanah, diagnosis, identifikasi masalah, dan rekomendasi
Soil Health Score
Soil Health Index
Indeks Kesuburan Tanah
Status Kimia Tanah
Status Fisika Tanah
Status Biologi Tanah
Diagnosis kesehatan tanah
Identifikasi masalah tanah
Rekomendasi pengelolaan tanah
Rekomendasi perbaikan tanah
ET0 (mm/hari) = 0.0023 x (Tmean + 17.8) x akar(Tmax - Tmin) x Ra
ET0
Klasifikasi
Draf kalimat pembahasan
ETc (mm/hari) = ET0 x Kc
ETc
Draf kalimat pembahasan
CWR (mm/periode) = (ETc - Curah hujan efektif) x jumlah hari periode
Kebutuhan air per periode
Setara per hari
Draf kalimat pembahasan
Volume bersih (m3) = CWR(mm) x luas(ha) x 10; Volume kotor = Volume bersih / efisiensi irigasi; Debit (L/detik) = Volume kotor x 1000 / (interval x 24 x 3600)
Volume irigasi kotor
Debit dibutuhkan
Draf kalimat pembahasan
Efisiensi irigasi (%) = (air yang dimanfaatkan tanaman / air yang diberikan) x 100
Efisiensi irigasi
Klasifikasi
Draf kalimat pembahasan
TAW (mm) = ((KL - TLP) / 100) x BV x kedalaman perakaran x 10
Total Available Water
Klasifikasi
Draf kalimat pembahasan
SWD (%) = (KL - kadar air aktual) / (KL - TLP) x 100
Soil Water Depletion
Klasifikasi
Draf kalimat pembahasan
NIR (mm) = ETc - Curah hujan efektif (Peff)
Net Irrigation Requirement
Klasifikasi
Draf kalimat pembahasan
GIR (mm) = NIR / efisiensi irigasi
Gross Irrigation Requirement
Draf kalimat pembahasan
V1 = (C2 x V2) / C1; Volume pelarut ditambahkan = V2 - V1
Volume larutan pekat dibutuhkan (V1)
Volume pelarut ditambahkan
Draf kalimat pembahasan
Cn = C0 / (faktor pengenceran)^n
Konsentrasi tahap akhir
Total faktor pengenceran
Konsentrasi tiap tahap
Draf kalimat pembahasan
M (mol/L) = (massa zat terlarut (g) / BM (g/mol)) / volume larutan (L)
Molaritas
Draf kalimat pembahasan
N (ek/L) = M x valensi (jumlah ekivalen)
Normalitas
Draf kalimat pembahasan
Konsentrasi (ppm = mg/L) = massa zat terlarut (mg) / volume larutan (L)
Konsentrasi
Setara persen (%b/v)
Draf kalimat pembahasan
Persen (%) = (jumlah zat terlarut / jumlah total larutan) x 100
Persen larutan
Draf kalimat pembahasan
Absorbansi terkoreksi = Absorbansi sampel - Absorbansi blanko
Absorbansi terkoreksi
Draf kalimat pembahasan
N sebenarnya = (V baku primer x N baku primer) / V titran; Faktor koreksi (FK) = N sebenarnya / N teoritis
Normalitas sebenarnya titran
Faktor Koreksi (FK)
Draf kalimat pembahasan
Kadar unsur (%) = (ppm kurva x volume ekstrak (mL) x faktor pengenceran) / (berat sampel (mg) x 10)
Kadar unsur dalam sampel
Draf kalimat pembahasan
Mean, Median, Modus, Min & Maks, Standar Deviasi, Variance, CV, dan SE dihitung sekaligus dari satu set data
Jumlah data (n)
Mean
Median
Modus
Minimum
Maksimum
Range
Standar Deviasi
Variance
Coefficient of Variation
Standard Error (SE)
Draf kalimat pembahasan
CI = mean +/- z x SE, dengan SE = SD / akar(n)
Menggunakan nilai z (bukan tabel-t); cukup akurat untuk n relatif besar (n >= 30) dan sudah lazim dipakai untuk laporan praktikum.
Mean
Standard Error (SE)
Batas bawah CI
Batas atas CI
Draf kalimat pembahasan
r = (n.SIGMAxy - SIGMAx.SIGMAy) / akar[(n.SIGMAx2 - (SIGMAx)2)(n.SIGMAy2 - (SIGMAy)2)]
Jumlah pasangan data (n)
Koefisien korelasi (r)
Interpretasi
Draf kalimat pembahasan
Y = a + bX; b = kemiringan (slope), a = intersep, R2 = koefisien determinasi
Persamaan regresi
Koefisien determinasi (R2)
Draf kalimat pembahasan
Diagram pencar X vs Y, dilengkapi garis tren regresi linear
Draf kalimat pembahasan
Distribusi frekuensi data dikelompokkan ke dalam beberapa kelas (bin)
Draf kalimat pembahasan
Q1, Median (Q2), Q3, IQR = Q3-Q1; pagar bawah/atas = Q1-1.5xIQR / Q3+1.5xIQR
Q1
Median (Q2)
Q3
IQR
Whisker bawah - atas
Jumlah outlier
Draf kalimat pembahasan
Matriks koefisien korelasi Pearson antar semua pasangan variabel
Draf kalimat pembahasan
Mo = L0 + c x [b1 / (b1 + b2)]
Contoh di atas: kelas suhu (°C) dengan frekuensi. L0 = tepi bawah kelas modus, c = panjang kelas, b1 = selisih frekuensi kelas modus dengan kelas sebelumnya, b2 = selisih frekuensi kelas modus dengan kelas sesudahnya.
Kelas modus
Tepi bawah kelas (L0)
Panjang kelas (c)
b1
b2
Modus (Mo)
Draf kalimat pembahasan
Me = L0 + c x [(n/2 - F) / f]
L0 = tepi bawah kelas median, c = panjang kelas, n = jumlah seluruh frekuensi, F = frekuensi kumulatif sebelum kelas median, f = frekuensi kelas median.
Kelas median
Tepi bawah kelas (L0)
Panjang kelas (c)
n
Frekuensi kumulatif sebelum (F)
Frekuensi kelas median (f)
Median (Me)
Draf kalimat pembahasan
U = akar-pangkat-n dari (x1 × x2 × x3 × ... × xn)
Rata-rata ukur dihitung melalui logaritma (U = antilog dari rata-rata log xi) agar tetap stabil untuk data dengan jumlah (n) besar. Cocok untuk data laju pertumbuhan, rasio, atau data yang bersifat perkalian/eksponensial.
Jumlah data (n)
Rata-rata ukur (U)
Rata-rata hitung (mean) pembanding
Draf kalimat pembahasan
U = antilog [ SIGMA(fi . log xi) / SIGMA fi ]
xi = nilai tengah tiap kelas ((batas bawah + batas atas)/2), fi = frekuensi kelas. Semua nilai tengah kelas harus bernilai positif (> 0).
SIGMA fi (n)
SIGMA (fi . log xi)
Rata-rata ukur (U)
Draf kalimat pembahasan
Format: batas_bawah-batas_atas, frekuensi. Rumus: Qk = L₀ + c × [(k×n/4 − F) / f].
Rumus: Dk = L₀ + c × [(k×n/10 − F) / f].
Posisi Pk = k×(n+1)/100. Jika posisi pecahan, digunakan interpolasi: data bawah + sisa pecahan × (data atas − data bawah).
Rumus: Pk = L₀ + c × [(k/100×n − F) / f].
Range = X maksimum − X minimum
Minimum
Maksimum
Range
s² = Σ(x − x̄)² / (n − 1)
n
Mean
Σ(x − x̄)²
Varians (s²)
s = √[Σ(x − x̄)² / (n − 1)]
n
Mean
Varians
Standar Deviasi
CV (%) = (SD / |mean|) × 100
Mean
SD
CV
P(A) = banyak kejadian yang diinginkan / seluruh kejadian
Peluang desimal
Peluang persen
P(X = k) = C(n,k) × pk × (1−p)n−k
C(n,k)
P(X = k)
Persen
z = (x − μ) / σ; P(X ≤ x) = Φ(z)
z-score
P(X ≤ x)
P(X ≤ x) dalam persen
Uji t satu sampel: t = (x̄ − μ₀) / (s/√n) | Uji F dua varians: F = s₁² / s₂²
t hitung
df uji t
F hitung
df1 / df2
Catatan interpretasi
r = (nΣxy − ΣxΣy) / √[(nΣx²−(Σx)²)(nΣy²−(Σy)²)]
n
Σxy
Koefisien r
Interpretasi
Y = a + bX; b = [nΣxy − ΣxΣy]/[nΣx² − (Σx)²]; a = ȳ − b x̄
Mean X
Mean Y
Koefisien b
Intersep a
Persamaan Y
R²
Pilih Hue, Value, dan Chroma yang sesuai dengan chip warna pada Munsell Soil Color Charts. Database matte/common soil colors; entri glossy tidak digunakan.
Kode lengkap
—
—
Nama warna
—
HEX
—
RGB
—
Narasi otomatis
Simbol horizon master + sufiks menjelaskan proses pembentukan tanah pada lapisan tersebut
Simbol horizon
Draf kalimat pembahasan
Satu horizon per baris, dipisah titik koma: Horizon;Kedalaman atas(cm);Kedalaman bawah(cm);Warna Munsell;Tekstur;Struktur;Konsistensi;Batas horizon
Kedalaman solum
Draf kalimat pembahasan
Ketebalan horizon = kedalaman bawah - kedalaman atas; Kedalaman solum = batas bawah horizon terakhir - batas atas horizon pertama
Kedalaman solum total
Klasifikasi kedalaman
Draf kalimat pembahasan
Notasi struktur
Draf kalimat pembahasan
Konsistensi
Draf kalimat pembahasan
Kelas drainase
Draf kalimat pembahasan
Ordo
Draf kalimat pembahasan
1 ppm (basis massa) = 1 mg/kg — dua notasi untuk satuan konsentrasi yang sama
Hasil
Draf kalimat pembahasan
1 me/100g = 1 cmol(+)/kg — notasi lama (miliekuivalen) setara dengan notasi SI (sentimol muatan)
Hasil
Draf kalimat pembahasan
1 g/cm3 = 1 Mg/m3 — umum dipakai untuk bobot volume (BV) dan berat jenis partikel (BJ) tanah
Hasil
Draf kalimat pembahasan
1 dS/m = 1 mS/cm — satuan umum untuk Daya Hantar Listrik (DHL/EC) tanah dan air irigasi
Hasil
Draf kalimat pembahasan
1 kg/ha = 0,1 g/m2 (1 ha = 10.000 m2)
Hasil
Draf kalimat pembahasan
1 mm curah hujan/air irigasi = 1 L/m2 (kedalaman air x luas 1 m2 = volume 1 L)
Hasil
Draf kalimat pembahasan
1 ton/ha = 0,1 kg/m2 (1 ha = 10.000 m2)
Hasil
Draf kalimat pembahasan
Bobot tanah (kg/ha) = 100.000 x kedalaman(cm) x BV(g/cm3); Hara (kg/ha) = kadar x bobot tanah (basis % dibagi 100, basis ppm dibagi 1.000.000)
Bobot tanah
Kandungan hara
Draf kalimat pembahasan
| Kelas | Kisaran pH (H2O) |
|---|---|
| Sangat masam | < 4,5 |
| Masam | 4,5 - 5,5 |
| Agak masam | 5,5 - 6,5 |
| Netral | 6,5 - 7,5 |
| Agak alkalis | 7,5 - 8,5 |
| Alkalis | > 8,5 |
| Kelas | Kisaran C-organik (%) |
|---|---|
| Sangat rendah | < 1 |
| Rendah | 1 - 2 |
| Sedang | 2 - 3 |
| Tinggi | 3 - 5 |
| Sangat tinggi | > 5 |
| Kelas | Kisaran N-total (%) |
|---|---|
| Sangat rendah | < 0,10 |
| Rendah | 0,10 - 0,20 |
| Sedang | 0,21 - 0,50 |
| Tinggi | 0,51 - 0,75 |
| Sangat tinggi | > 0,75 |
| Kelas | Kisaran P-tersedia (ppm, Bray I/Olsen) |
|---|---|
| Sangat rendah | < 10 |
| Rendah | 10 - 15 |
| Sedang | 16 - 25 |
| Tinggi | 26 - 35 |
| Sangat tinggi | > 35 |
| Kelas | Kisaran K-tukar (me/100g) |
|---|---|
| Sangat rendah | < 0,10 |
| Rendah | 0,10 - 0,29 |
| Sedang | 0,30 - 0,59 |
| Tinggi | 0,60 - 1,00 |
| Sangat tinggi | > 1,00 |
| Kelas | Kisaran KTK (me/100g) |
|---|---|
| Sangat rendah | < 5 |
| Rendah | 5 - 16 |
| Sedang | 17 - 24 |
| Tinggi | 25 - 40 |
| Sangat tinggi | > 40 |
| Kelas | Kisaran DHL (dS/m) | Pengaruh terhadap tanaman |
|---|---|---|
| Tidak salin | < 2 | Umumnya tidak berpengaruh nyata |
| Agak salin | 2 - 4 | Hasil tanaman sensitif mulai terhambat |
| Salin | 4 - 8 | Hasil banyak tanaman terhambat |
| Sangat salin | 8 - 16 | Hanya tanaman toleran salin yang tumbuh baik |
| Ekstrem salin | > 16 | Hanya sedikit tanaman sangat toleran yang bertahan |
| Kelas tekstur | Sifat umum |
|---|---|
| Pasir | Drainase & aerasi sangat baik, kapasitas menahan air & hara sangat rendah |
| Pasir berlempung | Drainase baik, kapasitas menahan air & hara rendah |
| Lempung berpasir | Drainase baik, cukup mudah diolah, kesuburan fisik sedang |
| Lempung | Keseimbangan drainase, aerasi, dan retensi air/hara paling baik untuk tanaman |
| Lempung berdebu | Menahan air baik, mudah memadat jika diolah saat basah |
| Debu | Menahan air tinggi, mudah tererosi, struktur mudah rusak |
| Lempung liat berpasir | Retensi hara mulai meningkat, drainase mulai melambat |
| Lempung liat berdebu | Retensi air & hara tinggi, drainase agak lambat |
| Lempung berliat | Retensi hara tinggi, pengolahan mulai lebih berat |
| Liat berpasir | Kandungan liat tinggi, drainase lambat, mengembang-mengerut sedang |
| Liat berdebu | Kandungan liat tinggi, mudah memadat, drainase lambat |
| Liat | Kapasitas menahan air & hara sangat tinggi, drainase & aerasi buruk, sulit diolah |
| Kelas | Kisaran (cm/jam) |
|---|---|
| Sangat lambat | < 0,5 |
| Lambat | 0,5 - 2,0 |
| Agak lambat | 2,0 - 6,25 |
| Sedang | 6,25 - 12,5 |
| Agak cepat | 12,5 - 25,0 |
| Cepat | > 25,0 |
Status kesuburan tanah dievaluasi dari kombinasi KTK, Kejenuhan Basa (KB), C-organik, P-tersedia, dan K-tukar — bukan dari satu parameter saja
| Parameter | Skor 1 (Rendah) | Skor 2 | Skor 3 | Skor 4 | Skor 5 (Tinggi) |
|---|---|---|---|---|---|
| KTK (me/100g) | <5 | 5-16 | 17-24 | 25-40 | >40 |
| Kejenuhan Basa (%) | <20 | 20-35 | 36-50 | 51-70 | >70 |
| C-organik (%) | <1 | 1-2 | 2-3 | 3-5 | >5 |
| P-tersedia (ppm) | <10 | 10-15 | 16-25 | 26-35 | >35 |
| K-tukar (me/100g) | <0,1 | 0,1-0,29 | 0,3-0,59 | 0,6-1,0 | >1,0 |
Cara pakai: beri skor 1-5 tiap parameter sesuai tabel di atas, lalu hitung rata-rata skor. Rata-rata ≤ 2 = kesuburan rendah; 2,1 - 3,5 = kesuburan sedang; > 3,5 = kesuburan tinggi. Faktor pembatas fisik (drainase buruk, permeabilitas sangat lambat/cepat, kedalaman solum dangkal) tetap perlu dipertimbangkan terpisah karena tidak tercakup dalam skor kimia ini.
| Parameter | Rumus |
|---|---|
| Kejenuhan Basa (KB) | KB (%) = (Ca+Mg+K+Na tukar / KTK) x 100 |
| Rasio C/N | C/N = % C-organik / % N-total |
| Kejenuhan Al | Kejenuhan Al (%) = (Al-dd / KTK efektif) x 100 |
| ESP | ESP (%) = (Na tukar / KTK) x 100 |
| SAR | SAR = Na / akar((Ca+Mg)/2), konsentrasi dalam me/L |
| Kebutuhan Kapur | Kapur (ton/ha) ≈ Al-dd x 1,5 x faktor konversi kedalaman/BV |
| Parameter | Rumus |
|---|---|
| Bobot Volume (BV) | BV (g/cm3) = berat tanah kering oven / volume ring sampel |
| Total Ruang Pori (TRP) | TRP (%) = (1 - BV/BJ) x 100 |
| Kadar Air Gravimetrik | KA (%) = (berat basah - berat kering) / berat kering x 100 |
| Kadar Air Volumetrik | KA volumetrik (%) = KA gravimetrik (%) x BV |
| Water Filled Pore Space | WFPS (%) = (KA volumetrik / TRP) x 100 |
| Air Tersedia | Air tersedia (%) = Kapasitas Lapang - Titik Layu Permanen |
| Parameter | Rumus |
|---|---|
| Total Plate Count | TPC (CFU/g) = jumlah koloni x (1/faktor pengenceran) x (1/volume yang ditanam) |
| Indeks Diversitas Shannon | H' = -Σ(pi x ln(pi)), pi = proporsi kelompok ke-i |
| Biomassa Mikroba-C | BMC = (C fumigasi - C tanpa fumigasi) / kFC (kFC ≈ 0,45) |
| Mineralisasi N Neto | N-min = (NH4+NO3 akhir) - (NH4+NO3 awal), per satuan waktu inkubasi |
| Parameter | Rumus |
|---|---|
| ET0 Hargreaves-Samani | ET0 = 0,0023 x Ra x (Tmean+17,8) x akar(Tmax-Tmin) |
| ETc | ETc = ET0 x Kc (koefisien tanaman) |
| Kebutuhan Air Irigasi | Volume (m3) = kebutuhan air (mm) x luas lahan (m2) / 1000 |
| Net Irrigation Requirement | NIR = ETc - curah hujan efektif |
| Gross Irrigation Requirement | GIR = NIR / efisiensi irigasi |
| Parameter | Rumus |
|---|---|
| Pengenceran | C1V1 = C2V2 |
| Molaritas | M = (massa zat terlarut / Mr) / volume larutan (L) |
| Korelasi Pearson (r) | r = Σ(xi-x̄)(yi-ȳ) / akar(Σ(xi-x̄)² x Σ(yi-ȳ)²) |
| Regresi Linear | y = a + bx, b = Σ(xi-x̄)(yi-ȳ) / Σ(xi-x̄)² |
| Interval Kepercayaan (CI) | CI = rata-rata ± (t-kritis x simpangan baku / akar n) |
| Parameter | Metode analisis umum |
|---|---|
| pH tanah | pH meter, ekstrak H2O atau KCl 1M (rasio 1:5 atau 1:2,5) |
| C-organik | Walkley & Black (titrasi oksidasi basah) |
| N-total | Kjeldahl (destruksi, destilasi, titrasi) |
| P-tersedia | Bray I (tanah masam) atau Olsen (tanah netral-alkalis), spektrofotometri |
| K, Ca, Mg, Na tukar | Ekstraksi NH4OAc 1N pH 7, diukur dengan AAS/Flame photometer |
| KTK | Ekstraksi & pencucian NH4OAc 1N pH 7, destilasi-titrasi |
| DHL/Salinitas | EC meter pada ekstrak pasta jenuh atau suspensi tanah-air |
| Al-dd, H-dd | Ekstraksi KCl 1N, titrasi asam-basa |
| Tekstur tanah | Metode pipet atau hidrometer (analisis mekanik/sedimentasi) |
| BV (Bobot Volume) | Metode ring sampel (core method) |
| BJ (Berat Jenis Partikel) | Metode piknometer |
| Permeabilitas | Permeameter head konstan atau head jatuh (falling head) |
| Kapasitas Lapang & TLP | Pressure plate/membrane apparatus (pF 2,54 dan pF 4,2) |
| Populasi mikroba (TPC) | Metode cawan tuang/sebar (plate count) pada media selektif |
| Respirasi tanah | Metode inkubasi tertutup, CO2 diserap NaOH lalu dititrasi HCl |
| Biomassa mikroba-C/N | Fumigasi-ekstraksi kloroform |
| Aktivitas enzim tanah | Inkubasi dengan substrat spesifik, diukur secara kolorimetri/spektrofotometri |
| Warna tanah | Perbandingan visual dengan buku bagan warna Munsell Soil Color Chart |
%C-organik = V.K2Cr2O7 × (1 - T/S) × N.FeSO4 × 0,003 × 100 / berat contoh × f.koreksi
T = volume titran FeSO4 untuk sampel, S = volume titran FeSO4 untuk blanko (T harus lebih kecil dari S). Faktor koreksi 1,33 (setara faktor pemulihan/recovery ±76%) adalah nilai yang lazim dipakai; sesuaikan dengan SOP/modul praktikum lab masing-masing bila berbeda. Jika normalitas FeSO4 hasil standardisasi belum diketahui, hitung dulu di bagian 63 (Faktor Koreksi Larutan Titran).
Rasio T/S
C-organik
Status (kriteria umum)
Draf kalimat pembahasan
%N-total = (T - S) × N.HCl × 14,008 × fp × 100 / (berat contoh (g) × 1000)
T = volume titran untuk sampel, S = volume titran untuk blanko. Isi fp = 1 jika seluruh hasil destruksi didestilasi langsung; jika hanya sebagian aliquot destilat yang dititrasi, isi fp = volume total ekstrak destruksi / volume aliquot yang didestilasi.
N-total
Status (kriteria umum)
Draf kalimat pembahasan
P-tersedia (ppm) = ppm kurva standar × volume ekstrak (mL) × fp / berat contoh (g)
P-tersedia
Status (kriteria umum)
Draf kalimat pembahasan
Kadar (me/100g) = (ppm terbaca × volume ekstrak (mL) × fp) / (BE unsur × berat contoh (g) × 10)
Kadar (me/100g)
Status (kriteria umum)
Draf kalimat pembahasan
KTK (me/100g) = (T - S) × N.titran × 100 / berat contoh (g)
T = volume titran untuk sampel hasil destilasi NH4+ yang tertukar/terperkolasi, S = volume titran untuk blanko.
KTK
Status (kriteria umum)
Draf kalimat pembahasan
Ada saran atau nemu bug? Hubungi lewat: